
Kartupos diterbitkan oleh Tio Tek
Hong
dalam bahasa Belanda berjudul: “Groet uit de Preanger (Java)
Soendaneesch huisgezin”. Bahasa Indonesianya: “Salam dari Priangan
(Jawa) Keluarga Sunda”. Kartupos diambil dari
foto
yang dibuat di studio fotografer. Semuanya berpose untuk fotografer
secara simetris. Potret memperlihatkan seorang ibu dengan 4 orang
anaknya yaitu: 1 putra dan 3 putri. Selain itu dalam foto itu terlihat
juga seorang adik perempuannya dan seorang menantu laki-laki.
Kelihatannya keluarga ini adalah keluarga berada tetapi sayangnya
keluarga ini tidak lengkap lagi. Kemungkinan suami dari ibunda tersayang
sudah meninggal dunia. Ibu dari keluarga ini duduk di posisi tengah
diatas bangku. Karena kaki dari ibu tersebut tidak cukup panjang untuk
menyentuh lantai maka dari itu dibawah kakinya ditaruh bantal. Ibu
memakai sarung kebaya dan sepatu. Selain itu dia juga pakai perhiasan
seperti gelang dan anting-anting. Di baris depan ada kedua anaknya yang
paling muda. Si putra yang duduk bersila memakai sarung dan kemeja
berkerah tinggi dan 2 kantong dada. Si putri yang duduk di bantal di
sebelah kaki ibu memakai sarung kebaya bermotif bunga. Perhiasan yang
dipakai dia adalah cincin, dua gelang dan anting-anting. Di baris paling
belakang kita dapat melihat putri kedua. Dia memegang kipas dan bunga
sebagai penghias rambut. Disebelahnya berdiri menantu laki-laki yang
bertelinga kelelawar. Menurut orang Jawa orang yang mempunyai “kuping
lowo” panjang umur. Dia memakai ikat kepala, sarung, kemeja berkerah
tinggi. Di salah satu dari 2 kantongnya ditaruh hiasan “pochette” yaitu
lipatan saputangan gaya Eropa yang mencuat di saku dada. Perutnya agak
gendut maka dari itu kancingnya tidak bisa ditutup semua. Mereka
semuanya berekspresi serius sekali kecuali si menantu yang lumayan
santai. Istrinya adalah putri tertua yang duduk di sebelah kiri ibunya.
Putri ini memegang tas tangan yang keren. Kebaya ditutupi dengan bros
dan dihiasi dengan bunga. Dia juga pakai hiasan kalung, gelang dan
anting-anting. Yang duduk di sebelah kanan dari Ibu adalah adik dari
ibu. Tampaknya dia bermata juling dan dari putih-putih di mata kirinya
kita dapat tahu bahwa mata ini sakit. Penyakit ini menyebabkan penderita
tidak bisa melihat dengan jelas. Tidak ada cowok yang mau sama dia. Dia
akan tetap perawan untuk selamanya. Karena itu dia tinggal bersama
kakaknya. Tidak pasti apakah kipas, pochette, bunga dan tas tangan milik
dari keluarga itu. Biasanya barang seperti ini termasuk perlengkapan
dari studio fotografer. photo by Djawa tempo doeloe Priambodo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar